Kamis, 21 Maret 2013
Download History Of Persebaya and Bonek
Untuk mendapatkan password silahkan kirim sms ke 085648517612
Mengenal Tokoh-tokoh Bonek
Hamin
Gimbal

Kecintaan Hamin terhadap PERSEBAYA
sudah berawal dari kecil. Meskipun, dia
bertempat tinggal di Madura, namun Hamin kecil tak pernah absent menonton PERSEBAYA
bertanding. “ Walaupun saya berasal dari
seberang pulau, tapi saya selalu menyempatkan datang ke stadion untuk menonton PERSEBAYA.
Kadang saya tidak pamit orang tua. Namun lambat laun orang tua mendukung penuh,”
ujar Hamin. Baginya, BONEK
memiliki arti totalitas dan loyaitas dalam mendukung tim kesayangannya PERSEBAYA
Surabaya. “ Loyalitas dan totalitas
tanpa mengenal waktu.
Okto Tyson

Cak dul
Panglima BONEK 1988
Sejarah
berbondong-bondongnya suporter PERSEBAYA pada laga final Kompetisi perserikatan
1988 di Stadion Senayan Jakarta tidak bisa dilepaskan dari sosok H. Abdullah. Pria yang akrab disapa Cak Dul ini dikenal
sebagai panglima perang BONEK mania pada akhir 1980 an. “ Dulu belum ada istilah dirigen atau korlap. Teman-teman suporter banyak yang menyebut
panglima perangnya BONEK. Tapi ini bukan ditujukan untuk berseteru dengan supporter musuh,
istilah panglima ini hanya untuk mengkoordinir supporter sebagai pengganti
ketua,” Kata Cak Dul.
Ia
banyak menceritakan kebesaran dan aksi nekat supporter PERSEBAYA di kompetisi terdahulu. Menurut Cak Dul, BONEK adalah bentuk spontanitas
arek-arek Suroboyo yang mengalir darah sporadic dan radikal, semangat juang
menaklukan stadion manapun untuk menunjukan kepada khalayak masyarakat tentang
jati diri dan identitas supporter seutuhnya. Baginya, tidak ada kelompok supporter lain
dinegeri ini yang melakukan tindakan radikal dan nekat selain BONEK.
Hal
yang paling berkesan bagi Cak dul adalah ketika ia dengan berani dan nekat naik
ke atap stadion senayan untuk memasnag spanduk raksas sepanjang 60 meter yang
bertuliskan “ KAMI
HAUS GOL KAMU PERSEBAYA “. Seisi stadion bergemuruh dengan tepukan tangan
ketika Cak Dul mulai menaiki atap sampai ia berhasil memasang spanduk itu. Ini tidak ada pemain yang cidera, tidak ada
aksi fenomennal dari pemain dan tidak ada momen menarik di lapangan melainkan
teriakan dan applause dari seluruh penonton itu di tujukan kepada aksi nekat
seorang suporeter PERSEBAYA yang mampu memanjat atap Stadion
Senayan setinggi 15 meter. Suporter PERSEBAYA
itu adalah Cak Dul yang dulunya berambut gondrong dan konon dijadikan icon
gambar BONEK
di Koran Jawapos.
Supangat
Koordinator Tretetet 7000 BONEK
Disadari
atau tidak, Supangat yang dikenal sebagai announcer pertandingan PERSEBAYA,
sedikit banyak mengetahui perjalanan panjang tim yang berjuluk bajol ijo ini. MeskI kini usia beliau hampir 60 tahun, namun
semangat bapak 3 anak dan 1 cucu ini masih berkobar seperti 39 tahun yang lalu.
Kala itu
Supanagat baru saja bekerja di radio Gelora Surabaya. Tugasnya saat itu bukan langsung menjadi
penyiar pertandingan, melainkan sebatas memutar lagu-lagu. Baru tiga tahun sesudahnya dia dipercaya untuk
berbicara di depan mikrofon untuk menyiarakan jalannya petandingan PERSEBAYA. 84 tahun perjalanan PERSEBAYA, hampir separuh lebih Supangat
mengetahui sejarah PERSEBAYA.
Mulai
dari pasang surut prestasi hingga supporter PERSEBAYA atau BONEK.
Pria berkacamata ini sedikit banyak
menceritakan aal muasal nama BONEK. Pada tahun 1986-1987 PERSEBAYA masuk final di senayan. Lawan yang dihadapi adalah PSIS Semarang. Demi mendukung tim kesayangan suporter ber tret
tret ke Jakarta , Supangat mempunyai ide memberangkatkan supporter dengan jalan
darat. “ setelah berkoordinasi dengan
semua pihak , kami akhirnya menggunkan bus” terang supangat. Antusiasme supporter yang ingin mendukung
timnya begitu luar biasa. Hasilnya,
sekitar 7000 suporter terdaftar. Masalah
timbul ketika Supangat dan rekan-rekannya, hanya bisa menyediakan sekitar 100
bis. Ini berarti masih kurang 36 bis
lagi untuk mengangkut supporter. Memberangkatkan 7000 orang ternyata buka soal
yang mudah.
Supangat menceritakan betapa ia
kekurangan orang untuk mengkoordinir banyaknya supporter. “ sampai- sampai, tukang potong rumput saya
jadikan pemimpin rombongan “, kata pria yang pernah menjadi ring announcer perebutan gelar juara kelas
bantam WBC International antara petinju indoonesia Wongso Indrajit dengan Edel
Geronimo dari Fiiphina 1988 ini.
Wastomi Suheri The legend of Suporter

Sehari-hari yang dilakukan adalah
menjual Koran dan mengamen . Wastomi pun
mendapatkan pelajaran sekolah dasar harus dengan mengintip proses belajar di SD
Tambak Sari Ngundu,. Meski tidak
mengenyam pendidikan resmi, Wastomi sangat menekankan pendidikan kepada
anak-anak nya.
Sejak
kecil Wastomi sangat senang dengan olahraga khusunya sepak bola. Sehari-hari hidup dikawasan Tambak Sari
membuat kecintannya terhadap sepak bola semakin mendalam. Rasa cinta dan fanatisnya dilimpahkan untuk PERSEBAYA.
Setiap PERSEBAYA bertanding di Stadion
Tambak Sari ia tidak pernah melewatkan untuk hadir. Fanatismeya terhadap PERSEBAYA ini bertahan sampai
sekarang, sampai memilik 5 orang anak.
Sebagai BONEK, pengalaman Wastomi
sangatlah banyak. Dari berbagai pengalaman
ini, hal yang paling berkesan adalah ketika ia berhasil menggergaji 12 pintu
yang ada di Tambak Sari hanya untuk memasukan teman-temannya yang tidak punya
uang untuk membeli tiket pertandingan. Ia akhirnya di tangkap 2 jam setelah
pertandinagn dan di tahan polisi selama 2 hari.
Kamis, 14 Maret 2013
Filosofi Salam Satu Nyali
.jpg)
Stadion Persebaya
Stadion adalah panggung dari permainan sepak bola.
Panggung yang menjadi tempat di mainkannya si kulit bundar oleh 22 pemain dan
di saksikan puluh ribuan penonton. Panggung yang memperlihatkan kedahsyatan
sepak bola. Ada aksi pemain dalam mendribbling dan mencetak gol, ada aksi wasit
untuk senantiasa memberikan keadilan dalam permainan sepak bola. Dan juga ada
aksi kreatif dan heroik dari suporter. Hingga seorang pemimpin besar Afrika
Nelson Mandela menyebut stadion sebagai rumah ibadah bagi para penggemar sepak
bola.
Pada
umumnya, stadion merupakan kandang dari sebuah tim. Kita banyak mengetahui
stadion-stadion legendaris dan bersejarah. Ada stadion Maracana yang sangat
bersejarah bagi Timnas Brazil. Ada stadion Wembley yang memberikan kenangan
manis dan pahit timnas Inggris. Ada pula stadion Olimpico yang mengiringi
perjalanan panjang squadra Italia. Begitu juga dengan tim Green Force PERSEBAYA yang memiliki kandang Gelora 10
Nopember Tambaksari.
Stadion Gelora 10 Nopember
terletak di daerah tambak sari Surabaya dan merupakan salah satu stadion
legendaris di Indonesia, yang memiliki catatan histories cukup panjang .
Catatan sejarah menyebutkan , lapangn ini menjadi saksi berkumpulnya arek-arek
Suroboyo sebelum menggeruduk Hotel Yamato yang dikenal dengan insiden Tunjungan
1945, peristiwa perobekan bendera Belanda yang berwarna biru dan berganti
menjadi merah putih yang berkibar.
Dulunya Stadion Gelora 10
Nopember mampu menampung penonton hingga 80 ribu orang. Pada Agustus tahun
1969, ketika Jawa Timur sebagai tuan rumah PON VII, Danrem kol. Acub Zainal
dengan menghimpun dana dari undian lotto surya berhasil membangun dan
mempercantik Stadion Gelora 10 Nopember. Akhirnya setelah renovasi yang kedua
kalinya pada tahun 1993, stadion ini berkapasitas 35000 penonton. Sebelum
perang Piala Dunia II, ketika masih bernama Soerabaia Indonesische Voetbal Bond
( SIVB ), persebaya seringkali latihan dan
menjalani pertandingan menggunakan lapangan pasar turi (sekarang menjadi pasar
turi). Sedangkan SVB (Soerabaia Voetbal Bond), klub Surabaya yang didirikan
pemerintahan Belanda, memakai lapanagn Tambak Sari, yang juga disebut stadion
A. saat itu di Tambak Sari terdapat 3
lapangan yaitu stadion B untuk latihan dan kompetisi antar klub lokal yang
sekarang menjadi lapangan Persebaya di JL.
Karanggayam no.1 kemudian stadion C untuk pertandingan dan kompetisi SKVB ()
kantor, yang sekarang menjadi gedung gelanggang Remaja di Jl. Bogen. Stadion A
kini menjadi Gelora 10 Nopember yang direnovasi sejak 1969.
Lapanagn Persebaya
kini diapakai untuk latiahan tim Persebaya,
selain itu juga dipakai untuk latihan Persebaya
junior dan kompetisi internal Persebaya.
Stadion Gelora 10 Nopember sendiri saat ini dipakai untuk latihan dan
bertanding tim Persebaya dan juga sebagai
homebase Persebaya.
Rekor Penonton di Stadion Gelora 10
Nopember
Ketika
Persebaya bertanding di Stadion Gelora 10
Nopember, para pendukung Persebaya elalu hadir
membanjiri stadion. Stadion Gelora 10 Nopember memiliki rekor jumlah penonton
yang spektakuler dalam sejarah sepak bola nasional. Rekor-rekor itu diantaranya
adalah :
PERSEBAYA VS PSIS Kompetisi Perserikatan 1987-1988
Pertandingan
antara PERSEBAYA Surabaya melawan PSIS
Semarang di Kompetisi Perserikatan 1987-1988
terjadi pada tanggal 11 Januari 1988. Bentrok antar 2 tim yang saat itu
merupakan rival bebuyutan ini mencatat rekor jumlah penonton terbesar sepanjang
sejarah kompetisi sepak bola Indonesia yaiut sekitar 70.000 penonton. Fanatisme
suporter Persebaya yang membanjiri Stadion
Gelora 10 Nopember pada pertandingan sampai saat ini belum mampu terpecahkan
oleh suporter manapun di Liga Indonesia.
PERSEBAYA VS AJAX AMSTERDAM
Uji Coba Tahun 1975
Pertandingan
uji coba anatara PERSEBAYA Surabaya VS AJAX
AMSTERDAM dilaksanakan pdaa tanggal 11
Juni 1975. Meskipun berlabel uji coba, namun antusiasme penonton untuk
menyaksikan pertandingan ini sangat tinggi . Terbukti sekitar 60.000 orang
memadati stadion Gelora 10 Nopember Surabaya. Pertandingan ini berakhir dengan
kemenangan Ajax 3-2. Saat itu Ajax banyak diperkuat pemain-pemain timnas
belanda yang menjuarai Piala Eropa 1974. Persebaya
turun dengan skuad, yaitu Didik Nurhadi, Burhan Harharap, Lukman Santoso,
Subodro, Rusdi Bahalwan, Ngurah G. Rai, Nyoman Witarsa, Hamid Asnan, Jacob
Sihaale, Abdul Kadir, Hartono.
PERSEBAYA (KlubTiong Hoa) VS STADE DE REIMS Uji Coba Tahun
1956
Pada
tanggal 24 Juni 1956, persebaya yang di
wakilkan kepada Klub Tiong Hoa menjalani pertandingan uji coba melawan klub
raksasa dari Eropa. Ketika itu Tiong Hoa baru saja tampil sebagai juara
Kompetisii Persebaya Kelas 1, maka Persebaya memberikan kehormatan kepada klub Tiong
Hoa untuk melawan Stade De Reims. Klub dari Prancis itu benar-benar hebat.
Stade De Reims pernah dua kali masuk final Piala Champion Dalam 2 petndingan
final itu, Stade De Reims dua kali kalah dari Klub Raksasa dari spanyol Real
madrid. Pada final tahun 1956 kalah 3-4 dan pada tahun 1959 kalah 0-2. Stadion
Tambak Sari saat itu penuh sesak hingga penonton meluber sampai ke pinggir
lapangan. Pertandingan yang di saksikan sekitar 50.000 penonton ini di
menangkan dengan skor tipis 0-1.
Rekor Pengamanan di Gelora 10 Nopember
Pertemuan antara Persebaya Surabaya dengan arema Malang yang
berlabael derby JATIM selalu diwarnai atmosfer panas dan tak jarang berakhir
rusuh. Pada tanggal 16 Januari 2010 pertandinagn lanjutan ISL (Indonesia Super
League) di Gelora 10 Nopember surabaya mencatat sejarah baru dalam penerjunan
aparat keamanan. Tak kurang 3500 personel keamanan yang terddiri dari Polri dan
TNI diterjunkan untuk mengamankan pertandingan super Big Match itu. Jumlah
aparat keamanan ini merupakan rekor pengamanan terbesar sepanjang pergelaran
kompetisi sepak bola di tanah air. Pengamanan pertandingan ini hampir sama
dengan Big Match di daratan Eropa atau Amerika.
Kandang Baru
Pada tahun 2008 di bangunlah
Stadion Gelora Bung Tomo. Stadion ini merupakan kandang baru Persebaya. Pada
tanggal 6 Agustus 2010 Gelora Bung Tomo di resmikan.
Kota : Surabaya
Jawa Timur
Kapasitas : 55.000 Tempat
duduk
Tipe Stadion : Stadion Madya
(Olympic)
Kategori : A
Stadion Gelora Bung Tomo terletak di Surabaya Barat
tepatnya di Jl. Jawar, Simpang Tiga Benowo, Pakal. Jawa Timur
yang merupakan kandang masa depan dari klub Persebaya Surabaya. Stadion ini
merupakan salah satu stadion terbesar Indonesia yang memiliki kapasitas kurang
lebih 55.000 tempat duduk.
Pembangunan stadion ini melewati
3 tahapan proses
- Pembangunan Pondasi
- Pengerjaan stadion utama
- Pengerjaan Stadion indoor dan masjid
Akses menuju ke stadion cukup
mudah, dapat melalui Bandara Juanda maupun Pelabuhan Tanjung Perak. Lokasi
stadion juga mudah diakses dari segala penjuru arah. Lokasi tersebut dapat
dijangkau menggunakan sarana transportasi kendaraan pribadi seperti sepeda
motor, mobil maupun angkutan umum (angkutan kota dan kereta api).
Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, stadion utama Gelora Bung Tomo
berada disuatu kompleks olah raga yang diberi nama Surabaya Sport Center (SSC),
berikut diantaranya terdapat sebuah stadiun indoor, masjid, dan direncanakan
memiliki stadion atletik dan sirkuit yang memiliki standart fasilitas yang
tinggi. Untuk penonton, disediakan tiga kelas, diantaranya standar, VIP, dan
VVIP.
Gelora
Bung Tomo memiliki 21 pintu masuk di sekeliling stadion. Masing-masing pintu
memiliki dua akses menuju ke tribun. Banyaknya akses itu, dirancang agar gerak
penonton bisa lebih leluasa dan nyaman, pintu masuk dibuat berkelok-kelok
seperti ular agar penonton tertib saat memasuki stadiun serta melewati sebuah
ruangan khusus yang menjadi tempat “screening” atau tempat pemeriksaan barang
bawaan.
Didalam
stadion, Khusus untuk kelas standart bisa menempati kursi yang terbuat dari
beton. Meski begitu, penonton tetap dibuat nyaman. Sebab, setiap “tangga” duduk
penonton dirancang selebar 80 cm. Dengan demikian, penonton bisa duduk enak
karena alas duduknya lebar.
Fasilitas lain yang tidak
ketinggalan, tersedianya toilet yang lokasinya tidak jauh dari tempat duduk
penonton. Toilet itu merata di beberapa penjuru stadion. Hal ini akan
mempermudah bagi penonton.
SSC juga menyediakan tempat yang
khusus menjual makanan dan minuman. Lokasinya berada di lantai satu. Penonton bisa leluasa
mengakses lantai satu dan tribun selama pertandingan. Lain halnya dengan
penonton kelas VIP dan VVIP. Untuk kedua kelas itu, SSC menyediakan fasilitas
plus. Tiket kelas VIP dijual khusus, nanti bisa beli di lokasi maupun dengan
cara online. Di sana penonton kelas ini disediakan tempat duduk menggunakan
kursi sejenis sofa yang empuk. Kursi tersebut menghadap langsung ke arah
lapangan.
Kapasitas
kelas VIP terbatas, hanya 4.370 tiket. View-nya bakal istimewa karena berada di lantai
4-7. Untuk VIP, disediakan toilet khusus yang tidak tercampur dengan penonton
kelas standar.
Lain lagi penonton kelas VVIP. Penonton
diberi pelayanan seperti di hotel. Kelas istimewa itu disediakan khusus untuk tamu-tamu
penting seperti pejabat negara atau yang lain. Penonton kelas VVIP ditempatkan
di ruangan khusus yang terpisah dari penonton lainnya.
Untuk
kelas tersebut, hanya tersedia delapan ruangan. Kapasitas masing-masing ruangan
beragam, bergantung kepada tipenya. Ada yang superior, ada pula yang standar.
Secara keseluruhan, kelas VVIP hanya menampung 130 penonton.
Di
dalam ruangan disediakan sofa dan meja layaknya ruang tamu. Masing-masing
ruangan diberi pelayan yang siap menyediakan segala sesuatu yang diminta tamu
tersebut. Bahkan, untuk memesan makanan dan minuman, disediakan interkom yang
tersambung langsung dengan pelayan.
Serba-Serbi Tentang Persebaya
Revolusi nama PERSEBAYA
Cikal bakal persebaya adalah SIVB yang didirikan pada
tanggal 18 juni 1927. SIVB berdiri sebagai tandingan SVB yang didirikan
pemerintah kolonial Belanda. Kalau SVB beranggotakan klub-klub keturunan Belanda seperti HBS,exelsiou,THOR,
Ajax, Zeemacht atau landmacht. Sedangkan SIVB didukung oleh klub-klub pribumi
semacam Maroeto, Sinar Kota, PS Hizbul Wathan, Tjahja Laoet, REO, Al fauz . Menjelang masuknya tentara Jepang pada awal tahun 1940 an , SIVB berganti nama
menjadi Persibaya (Persatuan sepakbola Indonesia surabaya). Pada awal tahun 1960
an berganti nama menjadi Persebaya. Sejak saat
itu nama persebaya di pakai sebagai nama resmi
klub kebanggahan arek-arek Surabaya.
Trio lini Depan terhebat Era 1950-an
Pada pertengahan
1940 hingga awal 1950 an , persebaya memiliki
Trio penyerang terhebat yang pernah ada dalam kompetisi sepak bola Indonesia . Mereka adalah Liem Tiong Hoo,Bhe Ing Hien dan Tsee San Liong. Memiliki
kecepatan,akurasi umpan, tendangan yang mematikan dan haus gol. Trio penyerang
ini berperan besar dalam membawa Persebaya
juara kompetisi perserikatan berturut-turut 1951 dan 1952.
Trio Belakang Depan terhebat Era 1950-an
Selain memiliki
barisan penyerang yang haus gol, persebaya era
1950 an juga memiliki pertahanan yang tangguh. Mereka adalah Sidik, Sidi dan Sadran yang di samping piawai dalam menjaga pertahanan juga dikenal memiliki
umpan terukur dan tendangan jarak jauh yang akurat.
Juara kompetisi Perserikatan
Persebaya pernah juara kompetisi
perserikatan sebanyak 4 kali pada tahun 1951,1952, 1977-1978 dan 1987-1988. Persebaya yang juara tahun 1951 dan 1952 dilatih
oleh Dr. Nawir dengan materi pemain bintang seperti Januar Pribadi, Tse an Liong,
sidik dkk saat juara 1977-1978 persebaya di
latih oleh J,A Hatu dan M. Basri den punggawa eperti Hadi Ismanto,johny
fahamsyah sedangkan pada saat menggenggam tahta tahun 1987-1988 persebaya di arsitek i oleeh M.Mibach, Kusmanhadi
dan Nino Sutrisno dengan deretan pemain seperti I gusti Putu Yasa, Muharram Rosdiana, Rae Bawa
Juara Liga indonesia terbanyak
Persebaya pernah menjadi
juara liga indonesia divisi utama sbanyak 2 kali yaitu 1996-1997 dan 2004. ini
merupakan terbanyak dalam sejarah liga indonesia yang di mulai sejak 1994. Prsetasi 2 kali juara ini
hanya bisa di samai oleh persik kediri . Pada juara edisi 1996 – 1997, persebaya di besut oleh trio pelatih rusdy bahalwan,
subodro, dan ibnu graham dengan bintang di antaranya jackson f tiago, yusuf
ekodono , sugiantoro dkk. Dan ketika juara tahun 2004 persebaya
di arsitek i jackson f tiago dengan materi pemain seperti kurniawan , cristian
carasco , danillo fernando dkk, persebaya juga
pernah menggenggam juara divisi I tahun 2003 dan 2006.
Julukan Bajul Ijo dan green Force muncul
Pada final
kompetisi perseikatan 1987-1988, julukan green force dan bajul ijo mulai di
sematkan untuk persebaya. Julukan ini berawal
dari permainan persebaya yang fenomenal hingga
menembus final. Selain itu persebaya dikenal
dengan kostum kebesarannya berwarna hijau, sedangkan buaya ( jawa : bajul)
adalah salah satu lambang kota Surabaya. Julukan bajol ijo dan green force ini
kemudian di populerkan oleh surat kabar jawa pos dan media lokal terbitan Surabaya.
PERSEBAYA Melawan tim dari luar negeri
Persebaya pernah berhadapan dengan
kesebelasan dari luar negeri di antara nya adalah
Tahun 1952 PERSEBAYA
vs Timnas Olimpiade Yugoslavia
Tahun 1953 PERSEBAYA
vs Sturm Grasz ( Swiss )
Tahun 1954 PERSEBAYA
vs Kalmar ( Swedia )
Tahun 1955 PERSEBAYA
vs Grasshoppers ( Swiss )
Tahun 1955 PERSEBAYA
vs Salzburg ( Austria)
Tahun 1955 PERSEBAYA
vs Timnas Malaysia
Tahun 1955 PERSEBAYA
vs Lokomotiv Moskow ( Rusia)
Tahun 1955 PERSEBAYA
vs Timnas Mozambique
Tahun 1956 PERSEBAYA
vs Stade de Reims ( Prancis)
Tahun 1964 PERSEBAYA
vs Timnas Uruguay
Tahun 1975 PERSEBAYA
vs Ajax Amsterdam ( Belanda)
Tahun 1975 PERSEBAYA
vs PSV Eindhoven ( Belanda)
Tahun 1994 PERSEBAYA
vs AC milan ( Itali)
Tahun 1995 PERSEBAYA vs PSV Eindhoven ( Belanda)
Tahun 2012 PERSEBAYA
vs Kelantan FC ( Malaysia)
Tahun 2012 PERSEBAYA
vs QPR ( Inggris)
Stadion legendaris Indonesia
Stadion Gelora 10 Nopember yang
terletak di daerah Tambak Sari, Surabaya merupakan salah satu stadion yang
bersejarah di indonesia. Stadion yang menjadi kandang persebaya
ini dulunya merupakan lapangan sepak bola terbuka. Pada tahun 1969 ketika jatim
menjadi tuan rumah PON VII, Danrem kol. Acub Zainal dengan menghimpun dana
undian Loto Surya berhasil membangun stadion dengan nama Gelora 10 Nopember. Pada zaman itu ,stadion
ini tergolong termegah di tanah air selain Senayan. Pada awal dibangunnya
stadion gelora 10 nopember memiliki kapasitas hingga 75.000 penonton, namun
setelah mengalami renovasi beberapa kali akhirnya mampu menampung 40.000
penonton.
Ketua Umum Dari Masa ke Masa
·
1943 - 1955 Dr.
Soewandi
·
1956 - 1960
Kolonel Soenyoto
·
1960 - 1964
Kolonel F. Soedono
·
1964 - 1967
Brigjen Moedjajin
·
1967 - 1975
Kolonel Djoko Soetopo
·
1975 - 1977 Ahmad
Soekamto
·
1977 - 1982
Kolonel Djoko Soetopo
·
1983 - 1984
Kolonel Maryakub
·
1984 - 1985
Letkol Toebagus Mochtar
·
1985 - 1987
Letkol Soegardjito
·
1987 - 1991
Poernomo Kasidi
·
1991 -
1995 Poernomo Kasidi
·
1995 - 2002
Soenarto Soemoprawiro
·
2002 - 2006 Bambang DH
·
2006 - 2008 Arif
Afandi
·
2008 - 2010 Saleh
Ismail Mukadar
Prestasi Dari Masa ke Masa
Prestasi Dari Masa ke Masa
Perseriktan
·
1938 - Runner-up,
kalah dari VIJ Jakarta
·
1942 - Runner-up,
kalah dari Persis Solo
·
1950 - Juara,
menang atas Persib Bandung
·
1951 - Juara, menang atas Persija Jakarta
·
1952 - Juara, menang atas Persija Jakarta
·
1965 - Runner-up,
kalah dari PSM Makassar
·
1967 - Runner-up,
kalah dari PSMS Medan
·
1971 - Runner-up,
kalah dari PSMS Medan
·
1973 - Runner-up,
kalah dari Persija Jakarta
·
1977 - Runner-up,
kalah dari Persija Jakarta
·
1978 - Juara,
menang atas PSMS Medan
·
1981 - Runner-up,
kalah dari Persiraja Banda Aceh
·
1987 - Runner-up,
kalah dari PSIS Semarang
·
1988 - Juara,
menang atas persija
·
1990 - Runner-up,
kalah dari Persib Bandung
Turnamen
·
1970 - Juara
Turnamen Internasional Piala Aga Khan di Bangladesh
·
1977 - Juara
Suratin Cup Junior
·
1990 - Juara
Piala Utama
·
2001 - Juara
Suratin Cup Junior
Piala
Permai
·
2011 - Menang
dengan agregat 4-3 atas Kelantan FA
Liga
Indonesia
·
1995 - Posisi ke-9, Wilayah Timur
·
1996 - Posisi ke-7, Wilayah Timur
·
1997 - Juara Divisi Utama
·
1998 - Peringkat ke-1 Wilayah Timur, kompetisi dihentikan
·
1999 - Runner-up
·
2000 - Posisi ke-6, Wilayah Timur
·
2001 - Semi final Divisi Utama Mundur dalam pertandingan melawan PKT Bontang.
·
2002 - Degradasi ke Divisi Satu
·
2003 - Juara Divisi
Satu, Promosi ke Divisi Utama
·
2004 - Juara Divisi Utama.
·
2005 - Mundur
dalam babak 8 besar
·
2006 - Juara Divisi
Satu, Promosi ke Divisi Utama
·
2007 - Posisi
ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke ISL)
·
2008 - Posisi
ke-4 (Play-Off).
·
2009 - Lolos ke
ISL
·
2010 - Degradasi
ke Divisi Utama
·
2010 - PERSEBAYA pecah jadi 2
·
2011 - PERSEBAYA 1927 menjadi juara LPI
·
2012 - Menjadi Runner up LPI di
belakang Semen Padang
Liga Champions Asia
·
1998 - Babak
pertama (masih bernama Piala Champions Asia)
·
2005 - Babak
pertama .
Langganan:
Postingan (Atom)